Jamu Coro, kuliner tradisional khas Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kembali menarik perhatian masyarakat.
Kuliner ini, yang telah diwariskan secara turun-temurun, dikenal dengan racikan rempah yang kaya dan konon sudah ada sejak era Kesultanan Demak.
Nama “coro” dalam bahasa Jawa berarti “cara” untuk menyembuhkan sesuatu.
Hal ini menjadikan jamu coro semakin populer saat pandemi Covid-19, karena banyak yang percaya bahwa kuliner ini dapat meningkatkan imunitas tubuh.
Sajian jamu coro terdiri dari bubur beras lembut yang disiram kuah rempah, dan ditambahkan topping gula Jawa cair serta bubuk lada.
keberadaannya semakin jarang, beberapa penjaja jamu coro masih bisa ditemui, salah satunya di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Demak, di kawasan pasar takjil Ramadhan.
Muhammad Latif Awaludin (24), penjual jamu coro, menjelaskan bahwa kuah bubur yang ia jual diracik dari belasan rempah yang merupakan warisan keluarga.
“Kurang lebih ada lima belas rempah dan herbal yang digunakan,” kata Latif saat ditemui di lapaknya pada Rabu (19/3/2025).
Kandungan rempah dalam jamu coro dipercaya memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan dan pengobatan.